Bacaan Hari Ini
Untuk menyelesaikan konflik, lakukan hal berikut:
(1) Fokuslah pada perilaku orang tersebut dan hindari komentar tentang karakternya. Mengatakan, ‘Kamu tidak boleh membuka suratku’ lebih baik daripada ‘Aku tidak percaya kamu begitu ingin tahu!’
(2) Cobalah untuk memahami perilaku orang lain daripada membenarkan perilaku Anda sendiri. Anda harus mendengarkan secara aktif. Dengan mendengarkan, mengetahui perasaan orang lain dan memberi mereka motivasi untuk mendengarkan Anda. ‘Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu... untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.’ (Yesaya 50:4–5)
(3) Selesaikan satu masalah satu persatu. Jangan mengacaukan pembicaraan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya. Diskusikan dilain waktu.
(4) Setujui perilaku diperbaiki jika perilaku tersebut terulang lagi. Perselisihan itu membuat stres, dan ada baiknya Anda membatasinya. Anda tidak dapat menghilangkan permasalahan sepenuhnya karena setiap orang unik, cara berkomunikasi, dan keinginan yang berbeda. Namun, Anda dapat menghadapi masalah, menyelesaikannya, dan menjadi lebih dewasa. ‘Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.’ (Mazmur 133:1–3) Jika Anda ingin memperoleh kedamaian dan berjalan dalam berkat Tuhan, berusahalah untuk mencapai perdamaian.