Bacaan Hari Ini
Beberapa hal dalam hidup menyebabkan lebih banyak stres daripada konflik yang tidak terselesaikan. Hal itu akan meningkatkan tekanan darah Anda dan menguras pikiran Anda sampai Anda menyelesaikannya, jadi jika Anda bijaksana, Anda akan segera mengatasinya. Tidak semua orang merasa seperti ini. Meskipun Yesus memerintahkan kita untuk mengatasinya, banyak orang Kristen menahan diri untuk tidak mengatakan apa pun demi kedamaian. Tidak demikian. Konflik yang tidak terselesaikan akan memengaruhi ketenangan pikiran, produktivitas, dan sikap Anda terhadap orang lain, jadi konflik itu harus ditangani. Selain itu, bila Anda menghindari masalah kemungkinan besar masalah itu akan terjadi lagi. Jadi, menurut Deborah Smith Pegues, lakukan tiga hal ini:
(1) ‘Mintalah kepada Tuhan agar memberikan firman-Nya untuk Anda ucapkan sehingga tujuan-Nya tercapai. ‘demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.’ (Yesaya 55:11)
(2) Luapkan emosimu kepada Tuhan sebelum menghadapi pelaku. Emosi cenderung menghalangi fakta dan dapat menghalangi pemikiran objektif. Ini tidak sesulit kedengarannya setelah Anda memutuskan akan melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang harmonis. ‘Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.’ (Roma 12:18)
(3) Jelaskan dengan jelas apa yang Anda anggap sebagai masalah tersebut. Hindari argumen yang samar-samar yang dapat menimbulkan salah tafsir. Misalnya, ‘Anda perlu melakukan yang lebih baik’ tidak benar-benar menjelaskan masalah.
Jika tujuan Anda adalah memulihkan hubungan, Tuhan akan bekerja dengan Anda.