Bacaan Hari Ini
Ada sebuah kisah lama tentang seorang pemimpin perusahan dan istrinya sedang bepergian, dan mereka berhenti untuk mengisi bensin. Sang pemimpin masuk ke dalam, dan ketika keluar, ia melihat istrinya sedang mengobrol dengan petugas pom bensin. Ia bertanya mengapa, dan ternyata istrinya mengenal petugas itu dan pernah berkencan dengannya. Merasa puas, ia berkata, "Aku yakin kau senang menikahiku, seorang pemimpin, dan bukan petugas pom bensin." Istrinya berkata, "Tidak, aku pikir jika aku menikah dengannya, dia akan menjadi pemimpin dan kau akan menjadi petugas pom bensin."
Sebelum Tuhan menciptakan Hawa dan membawanya kepada Adam, kata-Nya, ‘tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.’ (KejadianĀ 2:18) Berhentilah sejenak dan pikirkan berbagai istri Anda telah melengkapi, membantu, dan tepat untuk Anda. Mungkin Anda berkata, 'Istriku sudah tahu bahwa aku mencintainya.' Mungkin, tetapi dia senang mendengar Anda mengatakannya, dan Anda tidak akan pernah bisa mengatakannya terlalu sering. Ucapkanlah dengan memberi bunga dari waktu ke waktu. Perhatikan hal-hal kecil yang dia lakukan untuk membuat hidup Anda lebih baik dan pujilah dia. Saat dia berbicara, berikan 100% perhatian Anda, dan beri tahu dia bahwa pikiran dan perasaannya penting bagi Anda. Adakan kencan mingguan. Seiring bertambahnya usia, kerutan dan berat badan, hargailah dia dan kehidupan yang telah Anda bangun bersama. Paulus menetapkan standar bagi para suami, dan itu standar yang tinggi: ‘Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.’ (EfesusĀ 5:25)