Bacaan Hari Ini
Thomas Edison melakukan ribuan eksperimen dengan berbagai jenis material dalam pencariannya akan filamen yang dapat digunakannya pada lampu pijar karbon. Setiap kali seratnya rusak, ia akan membuangnya ke luar jendela hingga, akhirnya—begitulah ceritanya—tumpukan kerusakannya mencapai lantai dua rumahnya. Kemudian, sekitar tiga belas bulan setelah kegagalan pertamanya, ia berhasil menemukan filamen yang dapat menahan tekanan arus listrik. Dan beginilah kejadiannya: Ia mengambil sedikit jelaga, mencampurnya dengan tar, menggulungnya menjadi benang halus, dan bertanya-tanya, "Mengapa tidak mencoba filter karbon?" Ia bekerja selama lima jam berturut-turut untuk membuat serat, tetapi serat itu patah menjadi dua bagian sebelum ia melepaskan cetakannya. Ia menghabiskan dua gulungan benang katun sebelum mengembangkan untaian yang sempurna, tetapi kemudian merusaknya ketika ia mencoba memasukkannya ke dalam tabung kaca. Ia tanpa terjaga selama dua hari dua malam sebelum berhasil menyelipkan salah satu benang karbon ke dalam bohlam vakum. Kemudian, dengan menyalakan arus, ia mengamati pancaran cahaya listrik yang sekarang kita anggap biasa saja.
Kegagalan tidak selalu menandakan akhir; kegagalan bisa berarti Anda selangkah lebih dekat menuju kemenangan yang Anda dambakan. Jika sesuatu yang telah Anda lakukan gagal, cobalah lagi. Pertimbangkan cara baru. Berikan waktu bagi sebuah ide untuk berkembang dan matang. Catatlah. Jangan pernah menyerah pada tujuan dan impian yang Anda yakini. Tuhan menyertai Anda melalui jalan memutar dan penundaan (Ibrani 13:5-6). Ketika Anda menjadikan tekad sebagai teman Anda, kesabaran sebagai hamba Anda, dan Tuhan sebagai mitra Anda—Anda akan berhasil!