Bacaan Hari Ini
Inilah yang dikatakan Ayub tentang hilangnya kekayaannya yang luar biasa: ‘Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!’ (AyubĀ 1:21) Ayub mengerti bahwa kita semua memasuki hidup dengan tangan kita kosong, dan kita semua keluar hidup dengan tangan kosong. Satu -satunya hal yang bisa kita bawa ketika kita pergi adalah apa yang telah kita kirim ke depan. Yesus mengatakan hal ini: ‘Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.’ (MatiusĀ 6:19–21)
Ketika Yesus merujuk pada harta karun, para pendengarnya akan mengerti bahwa ia merujuk pada pakaian, makanan, atau uang. Orang kaya mengenakan pakaian terbaik, tetapi ngengat bisa memakan lubang di dalamnya. Orang kaya makan makanan terbaik, tetapi tikus dan cacing bisa mengkonsumsinya. Orang -orang kaya memiliki perak dan emas, tetapi karena tidak ada bank, mereka menyimpannya di rumah mereka. Tetapi karena rumah -rumah terbuat dari tanah liat, pencuri dapat dengan mudah menggali melalui dinding dan merampoknya. Apa yang Yesus katakan adalah ‘Jangan meletakkan harta Anda di tempat yang dapat rusak, membusuk, atau dihilangkan.’ James Merritt menulis: ‘Yesus tidak menginginkan uang Anda. Itu sudah menjadi miliknya. Yesus menginginkan hatimu. Tetapi karena hati Anda selalu mengikuti uang Anda, ia ingin Anda menyerahkan uang Anda, kekayaan Anda, barang -barang Anda kepadanya. 'Ketika Anda melakukannya, Anda berinvestasi dalam kekekalan alih -alih waktu.