Bacaan Hari Ini
Pendeta Chuck Swindoll bercerita tentang pasangan yang pernikahannya telah menjadi pertempuran lima puluh tahun. Ketika suaminya meninggal, sang istri menghubungi seorang tukang batu untuk mengatur batu nisan. Dia mengatakan kepadanya, "Saya tidak ingin menjadi mewah atau menghabiskan banyak uang. Hanya mengukir kata-kata: UNTUK SUAMIKU di tempat yang cocok di atas batu." Dia pergi untuk mengunjungi kuburannya dan, dengan ngeri, membaca kata -kata ini: "UNTUK SUAMIKU... DI TEMPATĀ YANG PANTAS." Swindoll menulis:" Kisah lucu membantu menutupi rasa sakit dan kebingungan di sekitar kematian, tetapi pada akhirnya, tawa itu berhenti karena kematian masih datang. Humor, sebagus yang membuat kita merasa, tidak berdaya untuk menghentikan penuai [kematian] yang suram. Ingat stiker bemper: "Jangan menganggap hidup terlalu serius, Anda tidak akan keluar hidup -hidup"? Nah, kenyataannya adalah, kita harus menganggap hidup dan mati dengan serius karena kita keluar hidup -hidup. Kita semua menghadapi kehidupan setelah kematian karena kita semua memiliki jiwa yang kekal. Kita akan tinggal selamanya di suatu tempat. Pertanyaannya adalah dimana. Dan 'di mana' tergantung pada bagaimana kita menjawab pertanyaan Yesus ini: ‘“ Siapa pun yang percaya kepada-Ku... tidak akan pernah mati. Apakah Anda percaya ini…? ” (Yohanes 11: 25–26) Yesus sendiri memiliki kekuatan kebangkitan. Dan jaminan kita untuk tinggal selamanya bersama -Nya di Surga tergantung pada tanggapan kita. Jika kita berkata, "Ya", dengan meminta Yesus untuk mengampuni dosa -dosa kita dan berkomitmen untuk mengikuti Dia sebagai Tuhan, maka dan hanya kemudian kita memiliki kuasa -Nya untuk hidup yang kita miliki, hanya dengan begitu kita dapat menghadapi hidup diakhiri dengan harapan yang tenang,yang menggembirakan."