Renungan Hari Ini - logo

Bacaan Hari Ini

Mengapa kita menolak perubahan? (4)
29 Jun 2025
‘Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.’PengkhotbahĀ 7:10Ā 

Dua alasan lain mengapa kita menolak perubahan adalah sebagai berikut:

(1) Karena terasa janggal dan tidak nyaman. Kapan terakhir kali kamu mencoba sesuatu untuk pertama kalinya? Bisakah Anda menyebutkannya secara spesifik? Jika Anda tidak dapat mengingatnya, zona nyaman Anda mungkin telah berubah menjadi sebuah kebiasaan. Sebuah tanda di dinding berisi dua pernyataan. Yang pertama memiliki tanda X di dalamnya. Bunyinya, 'Jika tidak rusak, jangan diperbaiki.' Yang kedua berbunyi, 'Jika tidak rusak, rusak!' Terkadang, satu-satunya cara untuk 'keluar dari kotak' adalah dengan merusaknya keluar.

(2) Karena kita berpegang teguh pada tradisi. Orang Farisi tidak dapat menerima kebenaran yang Yesus sampaikan karena mereka terikat oleh tradisi mereka. Banyak dari kita yang masih berpegang teguh pada tradisi. Kita berasumsi bahwa jika sesuatu merupakan sebuah tradisi (pola perilaku yang telah lama ada), maka hal tersebut harus dilakukan dengan cara yang lebih baik. Hal ini belum tentu benar, seperti yang ditunjukkan oleh agen perubahan seperti penemu Thomas Edison dan Henry Ford.

Pertanyaan: Berapa banyak tradisionalis yang diperlukan untuk mengganti ke bola lampu? Jawabannya: Empat—satu untuk menggantinya, dan tiga untuk dibicarakan betapa indahnya bola lampu itu! Intinya: ketika sebuah tradisi menghubungkan Anda dengan orang lain atau dengan sejarah pribadi Anda, itu bisa menjadi hal yang baik. Jika tidak, mungkin ini saatnya mencoba sesuatu yang baru.

Alkitab mengatakan, ‘Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.’ (AmsalĀ 4:18–19) Jadi, perubahan apa yang Anda perlu lakukan dalam hidup Anda?

SoulFood: Mat 5:6, Yes 55:1–7, Maz 63:1–5, Yun 4:1–34
The Word for Today is authored by Bob and Debby Gass and published under licence from UCB International Copyright Ā© 2025

Renungan Hari Ini
Bacaan Sebelumnya

MonTueWedThuFriSatSun
15161718192021
22232425262728
293031    
       
     12
       
   1234
26272829   
       
    123
       
  12345
2728     
       
28      
       

Lengkapi data berikut dibawah untuk menerima ‘Renungan Hari Ini’ melalui email setiap hari.