Bacaan Hari Ini
Ada lagu sekolah Minggu kuno, 'Orang bijaksana membangun rumahnya di atas Batu Karang... Orang bodoh membangun rumahnya di atas pasir.' Ini didasarkan pada perumpamaan Yesus. Badai menerjang kedua rumah dan hanya menyisakan rumah orang bijak itu yang masih berdiri. Yesus tidak sekadar menganjurkan keutamaan hikmat dibandingkan kebodohan. Kenyataannya adalah, kita semua bijaksana pada saat tertentu dan bodoh pada saat lain. Dia tidak mengatakan bahwa rumah yang selamat dari badai adalah rumah orang beriman, sedangkan rumah yang roboh adalah rumah orang kafir. Maksudnya lebih sederhana—dan lebih meyakinkan.
Ketika segala sesuatunya berada pada kondisi terburuknya dan kita terdesak, ketika kita meragukan peluang kita untuk bertahan hidup, ketika kita telah menggunakan sedikit perlawanan terakhir kita, bukan kebijaksanaan, keselamatan, atau kehadiran kita di gereja yang menjadi faktor utama yang membawa kita melewati badai. Meskipun aspek-aspek ini sangat penting dalam kehidupan Kristen dan kita harus memuji Tuhan, banyak orang percaya yang bijak dan setia mengalami badai kehidupan: hubungan yang penuh kekerasan, keruntuhan finansial, pasangan yang tidak setia, kehilangan atau penyakit seorang anak, masalah mental atau cacat fisik.
Maksud Yesus bukanlah permohonan untuk menambah pengetahuan akan Firman-Nya. Kedua pemilik rumah memahami Firman-Nya, namun hanya mengatakan, 'Tuhan, saya sepenuhnya setuju dengan Anda,' tidak akan membantu Anda melewati badai. Inti yang ingin Yesus sampaikan di sini adalah melakukan apa yang Anda dengar dari-Nya yang akan membantu Anda melewati badai! Tuhan telah mengikat diri-Nya untuk menghormati Firman-Nya, dan ketaatan Anda menyelaraskan Anda dengan Firman tersebut dan mengaktifkan kuasa-Nya mengatas namakan Anda.